Tips untuk Melapangkan Dada Usai Disakiti


Ketika pasangan menyakiti Anda, mungkin sulit untuk membuka hati dan memercayainya kembali. Anda ingin cinta, tapi Anda juga harus waspada terhadap “jendela hati” sehingga saat dibuka, tak ada angin besar yang masuk dan siap menyakiti lagi.

Bagaimana pria dan wanita terbuka untuk mencintai dan memercayai orang lain lagi sambil tetap merasa aman dan dilindungi dari sakit? Berikut adalah delapan cara untuk melakukannya, seperti dibeberkan Thirdage.

Sadari bahwa setiap orang bisa menyakiti

Tidakkah Anda pernah menyakiti seseorang yang Anda cintai? Apakah Anda menyesal setelah melakukannya? Ketika orang lain menyakiti Anda, sadari bahwa mereka juga bisa seperti Anda. Mereka menyakiti karena faktor ketidaksengajaan, lalu meminta maaf.

Bersiaplah untuk terluka

Jangan menganggap bahwa mengenal seseorang dengan baik atau jatuh cinta padanya akan mencegahnya menyakiti Anda. Bukan jaminan.

Mungkin bukan tentang Anda

Ketika seseorang menyakiti Anda, mungkin bukan secara pribadi ditujukan pada Anda, dan bukan tentang Anda. Cobalah untuk tidak bereaksi berlebihan.

Belajar untuk menetapkan batasan

Untuk mengetahui batasan Anda, tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut:
– Apa yang tidak saya inginkan dalam hidup saya, dalam hubungan saya?
– Perilaku apa yang menyakitkan hati saya?
– Bagaimana orang harus berperilaku di sekitar saya untuk bisa mengembangkan kebahagiaan saya?
Ada hal yang bisa Anda tolerir, tapi juga sebaliknya. Biarkan orang lain tahu tentang apa yang Anda sukai, kebutuhan Anda, perasaan Anda, dan batasan diri Anda lainnya.

Kembangkan strategi menangani situasi

Ketika Anda disakiti, belajar untuk segera menangani situasi tersebut. Misalnya, jika kekasih Anda berteriak ketika marah, belajar bagaimana mengatakan, “Aku enggak mau kita membicarakan soal ini kalau kamu masih berteriak seperti itu.”

Percaya pada diri

Sadari bahwa sebagian besar rasa aman tumbuh karena rasa percaya pada diri sendiri. Anda tahu orang lain—terutama orang yang dekat dengan Anda—bisa menyakiti Anda. Jadi, bangkitlah dari keterpurukan secepat Anda bisa.

Tambah kemampuan berkomunikasi

Belajarlah untuk berkomunikasi secara efektif dan tegas, tapi lembut; tanpa serangan, tanpa tuduhan, semua yang perlu dikatakan untuk membuat dampak baik bagi hubungan. Jika si dia tidak ingin bicara, itu berarti dia terluka atau terlalu egois untuk menyimpan kekesalannya sendiri. Cari tahu penyebabnya.

Jika ia mendengarkan, bicara menggunakan kata-kata pengantar seperti “Aku rasa…”, karena kita semua cenderung untuk mendengar lebih baik jika nada bicara lembut yang digunakan.

Belajar dari rasa sakit

Pelajari kapan waktu yang tepat untuk memaafkan dan mengakhiri hubungan, ketika pilihan ini menjadi yang terbaik. Setiap kekasih Anda nantinya bisa menyakiti dengan cara dan bentuknya masing-masing. Pertanyaannya, seberapa banyak dan seberapa sering.

Rasa sakit atau jengkel sesekali tentu bisa dimaafkan demi kepentingan hubungan. Belajar dari rasa sakit bisa membuat Anda tumbuh dewasa bersama.

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: