Code Igniter


ci

Kenapa Sih Harus Memakai Framework

Framework telah menjadi tren pemrograman saat ini. Faktanya, banyak perusahaan mencari programmer yang menguasai framework. Alasannya jelas, untuk menyamakan gaya pemrograman yang berbeda-beda antar setiap programmer dalam membuat program, sehingga program akan lebih mudah dikembangkan karena tidak bergantung dengan satu programmer saja.

Framework

Sebelum berkenalan dengan CodeIgniter, ada baiknya kita berkenala terlebih dahulu dengan yang nama nya framework. CodeIgniter adalah salah satu dari sekian banyak framework berbasis PHP dan kini mulai banyak digunakan dan dibutuhkan di perusahaan.

“Apaan sih framework itu”, saya sendiri ga begitu paham dengan definisi nya, tapi saya bisa menganalogikan seperti ini.

Adi adalah seorang programer freelance. Ia baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan. Singkat cerita ia mendapatkan kesempatan untuk membangun proyek untuk pembuatan website. Dengan senang hati ia menerima dan mengerjakan proyek website tersebut. Ia mendesain sistem dan melakukan koding dari awal, ia membutuhkan waktu sebulan dalam mengerjakan proyek tersebut. Akhirnya proyek selesai dan client pun senang dengan pekerjaan nya. Honor yang diterima pun cukup lumayan untuk sekedar beli pulsa dan traktir teman,🙂 . Kemudian client tersebut juga bersedia merekomendasikannya jika ada perusahaan lain ingin membuat sebuah website. Misi Berhasil. Dua minggu kemudian, perusahaan lain memesan sebuah website dengan fitur yang hampir sama dengan proyek pertama. Langsung saja proyek itu diterima dan dikerjakannya. Adi kembali melihat kode pada proyek pertamanya, mengedit bagian yang perlu dan menggunakanya pada proyek yang kedua. Sehingga pada proyek kali ini ia berhasil menyelesaikannya selama dua minggu. Dalam membuat websitenya yang kedua, Adi menyadari bahwa ada bagian-bagian program yang harus selalu ada untuk digunakan, misalnya kode untuk koneksi ke Database MySQL, membuat pagination untuk menampilkan data atau email. Dengan demikian, Adi membuat koleksi kode program yang bisa sewaktu-waktu ia gunakan jika ia membutuhkannya. Sehingga bisa menghemat tenaga dan waktunya dalam mengerjakan website.

Apa yang dilakukan Adi adalah cikal bakal dari sebuah framework, sehingga dalam pengertian yang sangat sederhana, framework adalah koleksi atau kumpulan potongan-potongan program yang disusun atau diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan membantu membuat aplikasi utuh tanpa harus membuat semua kodenya dari awal.

Saat ini sudah banyak tersedia framework berbasis PHP, yaitu diantaranya : Zend Framework, CakePHP, Trax, Symfony dan lain sebagainya. Tentu saja setiap framework mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing.

CodeIgniter sendiri dibuat oleh Rick Ellis berbasis PHP 4, dan bersifat Open Source dan gratis.

Model View Controller (MVC)

CodeIgniter adalah framework yang dibuat berdasarkan kaidah dari Model View dan Controller (MVC). Dengan MVC, maka memungkinkan terjadinya pemisahan antara layer application-logic dan presentation. Sehingga, dalam sebuah tim pengembangan web, seorang programmer bisa berkonsentrasi pada core-system, dan sedangkan web desainer bisa berkonsentrasi pada tampilan web. Menariknya skrip PHP, query MySQL, Javascript dan CSS bisa saling terpisah satu sama lain, tidak dibuat dalam satu bahasa skrip berukuran besar yang membutuhkan resource besar pula untuk mengeksekusinya. Dengan demikian, aplikasi yang kita buat akan terasa mudah jika ingin me-maintanance ataupun untuk dikembangkan lebih lanjut.

Model View Controller

Ketika datang sebuah user request, maka permintaan tersebut akan ditangani oleh Controller, kemudian Controller akan memanggil Model jika memang diperlukan operasi Database. Hasil query oleh Model kemudian akan dikembalikan ke Controller. Selanjutnya Controller akan memanggil View yang tepat dan mengkombinasikannya dengan hasil query Model. Hasil akhir dari operasi ini akan ditampilkan ke browser yang selanjutnya akan bisa dilihat oleh si user tersebut.

Dalam konteks CodeIgniter dan aplikasi berbasis web, maka penerapan konsep MVC mengakibatkan kode pemrograman dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :

Model, kode program berupa OOP class yang digunakan untuk berinteraksi dan memanipulasi Database.
View, berupa template ataupun desain dari html/xhtml untuk menampilkan data pada browser.
Controller, kode program berupa OOP class yang digunakan untuk mengontrol aliran aplikasi, dan juga sebagai pengontrol View dan Model.

,

  1. #1 by coco on 12 Agustus, 2010 - 12:10 pm

    i love code igniter…….ada contoh template ngak..

    • #2 by Adhie on 12 Agustus, 2010 - 6:19 pm

      yah,, sayang nya gada, hehe,😛

  2. #3 by aku_4nto on 27 Januari, 2011 - 10:59 pm

    bagus bang artikelnya..saya jd paham tentang framework n MVC..
    terus berkarya bang..thanks..

    • #4 by Adhie on 28 Januari, 2011 - 7:57 am

      thanks jg bro, senang bisa membantu,😆

  3. #5 by harry on 3 Maret, 2011 - 2:29 pm

    wah keren pangen belajar ahh….posting lagi ath om tentang ci nya di tunggu ea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: